HOME
ABOUT
INFORMASI PPDB
PROFILE
ALUMNI
GALLERY
CAREER
EVENT
ARTICLE
DOWNLOAD

PPDB 2021/2022


DAFTAR UNIT :









Komentar Terbaru :


IP Address : 52.3.228.47
Pengunjung : 1.038.010


Newsflash :
Mengikuti kebijakan PSBB DKI Jakarta, maka mulai 14 September 2020 s/d 2 Oktober 2020 operasional Kantor dan Sekolah Tarakanita Jakarta ditutup. Kantor tidak menerima tamu. Pendaftaran Peserta Didik/PPDB dan keperluan lain mohon hubungi nomor call center: 08118771984             |             MEMPERTIMBANGKAN SITUASI PANDEMI COVID-19, PEMBERLAKUAN PSBB DKI JAKARTA, DAN DEMI KELANCARAN OPERASIONAL SEKOLAH MAKA YAYASAN TARAKANITA MEMUTUSKAN MELAKUKAN PENUNDAAN RELOKASI SD TARAKANITA 2 DAN SMP TARAKANITA 1 KE JL. PULO RAYA IV/17, DAN SMK TARAKANITA KE JL. WOLTER MONGINSIDI 118. RELOKASI AKAN DILAKUKAN 1 JANUARI 2021. UNTUK KBM SEMESTER I 2020-2021 AKAN TETAP DILAKSANAKAN DI LOKASI SEKOLAH SAAT INI.             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA No : 128/BP.keb/YT/IV/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH ( PJJ ) PESERTA DIDIK, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 30 APRIL 2020. MASUK SEKOLAH KEMBALI TANGGAL 4 MEI 2020, DENGAN CATATAN SITUASI DAN KONDISI SUDAH MEMUNGKINKAN.             |             2. KARYAWAN KANTOR PUSAT, KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH TARAKANITA TANGERANG, SURABAYA, JAKARTA MELAKUKAN PEKERJAAN DARI RUMAH ( WORK FROM HOME ) SECARA PENUH TANGGAL 15 - 24 APRIL 2020, DAN MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING DIMULAI PADA TANGGAL 27 APRIL 2020. KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH DI BENGKULU, LAHAT, JAWA TENGAH, DAN YOGYAKARTA MULAI TANGGAL 15 APRIL 2020 MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING ( BERGANTIAN ). TERIMA KASIH             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA NO : 123/BP.skpjj/YT/III/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PPJ) / DARING UNTUK PESERTA DIDIK DAN WORK FROM HOME PENUH (UNTUK WILAYAH JAKARTA, TANGERANG, YOGYAKARTA, SURABAYA, DAN JAWA TENGAH) MAUPUN SHIFTING ( UNTUK WILAYAH BENGKULU DAN LAHAT) UNTUK KARYAWAN, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 3 APRIL 2020             |             2. TANGGAL 6 S.D 14 APRIL 2020 LIBUR PASKAH UNTUK SELURUH SISWA DAN KARYAWAN             |             3. TANGGAL 15 APRIL 2020 DIRENCANAKAN MASUK KERJA DAN SEKOLAH SEPERTI BIASA, DENGAN MELIHAT SITUASI DAN KONDISI, YANG AKAN DIPUTUSKAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA KEMUDIAN. TERIMA KASIH             |             * UNTUK SEMENTARA BERLAKU DI TARAKANITA WILAYAH JAKARTA & TANGERANG, UNTUK WILAYAH LAIN BERLAKU SHIFTING / KARYAWAN BERGANTIAN WORK FROM HOME.

Artikel :



PROSES KOGNITIF


Jumat; 25 October 2019 [YULIUS AKIRANTO, TK ST. CAROLUS SURABAYA] - Artikel Umum

PROSES KOGNITIF PIAGET

1.Sensorimotorik (0-2)

2.Pikiran pra operasional (2-7).

3.Operasional Konkrit (7-11)

4.Operasional Formal  (11-15)

Skema à kerangka kognitif / kerangka referensi

Asimilasi àproses sso memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yg sudah ada

  • Akomodasi àmenyesuaikan diri dengan infomasi yg baru
  • Organisasi à mengelompokkan perilaku/ konsep kedalam kelompok2 yg terpisah ke dalm sistem kognitif yang lebih tertib, lancar; dengan menggunakan kategori2 à meningkatkan LTM
  • Ekulibirasi à bergerak dari satu tahap ke tahap yg lain à rawan konflik dalam usahanya memahami  dunia ,Jika berhasil akan mendapatkan keseimbangan pemikiran
  • Skema à kerangka kognitif / kerangka referensi
  • Asimilasi àproses sso memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yg sudah ada

Tahap 1: sensorimotorik

Menurut Piaget, periode pertama perkembangan kognitif, adalah tahap sensori motorik, terjadi pada saat kurang lebih dua tahun pertama kehidupan.
Dinamakan demikian sebab hampir seluruh kemampuan belajar bayi difokuskan pada koordinasi  ketrampilan sederhana sensorimotorik sederhana, termasuk aktifitas meraba semua objek dan reflex reflex dasar

  • Tahap sensorimotorik
    terbagi 6 periode

1:  Refelx Activities  (0 – 1 bln)

2: Primary Circular Reaction (1 – 4 bln)

3:Secondary Circular Reaction(4 – 8 bln)

4:: Coordination of Secondary Schemes

      (8 – 12 bulan)

5:Tertiary Circular Reactions  (12–18 bln)

6.Invention of New Means through Mental Combination  (18–24 bln)

Pada akhir tahapan sensorimotorik, Semua bentuk pertumbuhan atau perkembangan kognitif nantinya akan membentuk pondasi tingkatan lebih edvans dari berpikir dan beralasan (thinking and reasoning).

Tahap praoperasional

(2-7 tahun)

Subdivision ini penting karena berfokus pada anak usia dini, sebagai masa aktifitas kognitif paling mendasar

berhubungan dengan fungsi simbolik. Aktivitas kognitif lainnya termasuk perkembangan egosentris, animisme, artisial dan immanent justice

Fungsi Simbolik (SF)

 Fungsi simbolik adalah kemampuan  membedakan  kata  atau  sesuatu yang digambarkan  walau ‘bendanya’ tidak Nampak.

Egosentris

Gaya berpikir yang menghalangi seseorang  melihat dari sudut pandang orang lain

Animisme

Memberi atribusi ‘kehidupan’ pada  benda benda mati

Artifisialism

Miskonsepsi lainnya  AUD,  adalah percaya  di dunia ini termasuk objek  alamiah dan kejadian diciptakan manusia

Tahap Pikiran pra operasional  (2-7)

  • Progres dari fasilitas kognitif ke tingkatan yang lebih tinggi sangat dipengaruhi oleh kesinambungan penguasaan bahasa verbal anak anak prasekolah.
  • Perkembangan kognitif anak usia dini memungkinkan pengembangan bahasa terakselerasi.
  • Pencapaian berbahasa juga akan memberikan  stimulasi penyerapan ‘nilai’ dari kata-kata dan pikiran. Selanjutnya, bahasa akan membantu anak anak dalam pemaknaan dari satu tindakan.
  • Perkembangan kognitif juga memungkinkan anak anak pra sekolah berpikir secara kualitatif dengan cara yang berbeda dari apa yang dilakukan bayi dan toddlers.
  • Hampir sama dengan masa perkembangan tahap sensori yang pertama, praoperasional kognitif  adalah  landasan untuk fungsi kognitif selanjutnya.
  • Beberapa perkembangan kognitif terjadi pada tahapan kedua ini termasuk berhubungan dengan fungsi simbolik. Aktivitas kognitif lainnya termasuk perkembangan egosentris, animism, artifisial dan immanent justice.
  • Tahap operasi konkret
    (7-11 tahun)
  • 1.Logika tentang sifat        reversibilitas dan kekekalan.
  • 2.Berpikir decentering, seriasi, klasifikasi, kesimpulan probalistis.
  • 3.Tidak lagi egosentris.
  • 4.Masih terbatas pada hal-hal konkret.
  • 5.Belum dpt memecahkan persoalan yang abstrak.
  • Tahap operasi formal
    (mulai 11-15 tahun)
  • 1.Mulai perkembangan reasoning dan logika remaja.
  • 2.Asimilasi dan akomodasi berperan membentuk skema lebih menyeluruh.
  • 3.Pemikiran remaja = dewasa secara kualitas, namun beda kuantitas, skema org dewasa lebih banyak.
  • 4.Pemikiran deduktif, induktif dan abstraktif.

 By : Lusia Dyan R







Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :